Setelah melewati stase jiwa aku baru tahu gimana rasanya sakit jiwa, mungkin kemistri atau energinya mengalir ke orang-orang di sekitarnya, cukup lama juga aku disana, penuh suka duka. Dulu saat jaman purba manusia sudah mencoba mengobati orang gila, tetapi tips dan trik-triknya itu lo gak masuk akal, jangan-jangan yang punya ide mengobati ini psikopat, soalnya mengobatinya dengan melubangi tulang tenggkorak dengan harapan roh jahatnya keluar, terus ada cara lain, yaitu orang sakit jiwa dimasukkan kedalam tong kemudian diglindingkan dari tebing, ada juga yang mendorong secara tiba-tiba dari jurang atau jembatan. Yang jadi pertanyaan tu yang gila tu yang mana. Di Indonesia dulu orang gila di pasung terus di rantai, yang memasung ini belum tau sih rasanya di pasung. Peredaran darahnya gak lancar, kemarin di musium rumah sakit jiwa aku mita di pasung biar tau rasanya, waduh gak sampai 10 menit lo sakit semua kakiku. Muke gile, gak pake peri kemanusiaan jiwa nih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar